Tampilkan postingan dengan label tentang mereka.... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tentang mereka.... Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Mei 2010

He's name is Zidan

Namanya zidan. Bla bla bla Zidan bla bla bla, tapi teman-temannya memanggilnya Zidan. Gurunya pun memanggilnya mas Zidan, sementara orangtuanya memanggilnya kakak karena dia adalah anak pertama dari perkawinan orangtuanya. Anaknya gemuk, bisa dikatakan mengalami obesitas untuk ukuran usia sembilan tahun. Kulitnya cukup hitam dibanding anggota keluarganya yang lain. Namun Orangtua zidan tidak pernah membandingkan zidan dengan orang lain. Ibunya sangat menyayangi Zidan layaknya sayang dan cinta sang ibu kepada anak. Setiap siang sang Ibu selalu berkunjung ke sekolah untuk menemani Zidan melahap makan siangnya yang dipesan dari catering sekolah. Terkadang sang ibu membawa menu lain, makanan kesukaaan Zidan, yakni menu makanan dari ayam.

Selasa, 29 Desember 2009

tangisan dan cowok

tulisan ini terinspirasi gara-gara baru ngedenger teman sebelah nangis, dari suara tangisan yang kedengar sih rada histeris, yg jelas keras banget, ngotot n yg pasti lama abis..hampir empat jam kalau ga salah perkiraan. n bukaannya tanpa empati kalau didiamkan aja, abis waktu ditanya n dibuka pintu kamarnya, hanya melambaikan tangan n tetap menelpon dengan tangisan dan kata-kata yang terlontar adu cepat n makin ga jelas. ngeliatnya jadi makin bingung..rada sedih, dan yah akhirnya kutinggalkan.

kemudian aku berpikir, berapa banyak orang atau cewek spesifiknya (cowok mungkin ada tapi jarang, so jangan negatif thinking di atas alibi gender ya), yang sering banget nangis karena cowok, entah karena diputusin, lagi bertengkar alias cekcok, bahkan yang rada konyol karena cowoknya berpikir bajunya atau aksesoris yg si cewek pake "nggak banget" alias norak ataw malu2in yang membuat si cewek apalagi kalau bukan ngedropp kepercayaan dirinya,

Selasa, 03 November 2009

maafkan ingkarku

sendiri, kusembunyikan tangisan yang berhak kau tahu
karena aku hanya ingin melihatmu selalu tersenyum
meski kadang kulihat gurat itu di tepian pelipismu
kekhawatiran yang juga turut kau sembunyikan

bukan karena tak ingin jujur aku menutup lekat satu sisi hatiku
hanya agar kau tak mendengar
ada keluhan yang meronta di sana
sedangkan aku tahu
sepenuhnya hatimu berdoa untuk kedamaian hatiku

maafkan ingkarku
atas segala persitiwa tersirat
yang mungkin hanya dapat kau tangkap dari isyarat atau irama getar nadaku berbisik
bahwa semuanya akanbaik-baik saja
karena aku berharap semuanya pasti baik-baik saja
dan aku tahu DIA akan membuat segalanya baik-baik saja
maafkan ingkarku
maafkan...

*really wanna scream n throw the tears far away
sorry seems to be the hardest words

Minggu, 01 November 2009

"everyday i love you"

Betapa kucinta mu dengan segenap kenangan dan kebaikan.
Setiap hari yang telah terlewati,
Setiap cerita yang mengalir di sela gelak tawa,
Atau suka cita mengenang yang lalu...

Kemudian cinta itu tetap aku bawa ketika aku jauh meninggalkanmu
Dengan segenap harapan dan doa serta sedikit rasa berat, menuju sebuah cita yang terangkai dalam setiap pilihan
Tetap saja aku mencintaimu, bahkan lebih
Karena dengannya aku merasakan rindu akan suara dan petuahmu

Cinta itu tetap ada, tak terganti atau tertutupi
Dengarkah ketika aku menyapamu di tengah heningnya malam dan untaian doa yang kulantunkan, berharap malam-malam itu membawanya menyentuh nuranimu
Karena ku yakin segala kebaikan berujung pada nurani yang bersih
Dan bersihnya nurani dengan mudah menerima segala bisikan dan suara alam
Seperti yang kau ajarkan padaku
Cinta itu kemudian membawaku pada sebuah titik dimana kugantungkan ia bersama dengan cinta Tuhanku yang mulai kuresapi
Bukan untuk meniadakanmu,
Tapi membuat cintaku padamu semakin bermakna
Aliran harapan dan kesemangatan memenuhinya untuk segera menemuimu
Dalam cerita-ceritaku

Hingga suatu saat ketika engkau meninggalkanku tanpa sepatah petuah atau kebaikan yang kau titipkan padaku
Salahkah aku ? aku meronta,
Hampir saja goyah meragukanmu
Dan membuang jauh cinta di hatiku
Tapi kemudian kenanganmu memupuk cintaku padamu
Dengan lebih dewasa, lebih bermakna
Karena ku tahu di akhir kepergianmu,
Kau pun membawa cintamu untukku dengan segala kepayahan yang kau simpan dengan buncahan rindu tertanam
Maka sekali lagi, di malam-malam sepiku dan aku merindumu
Kualunkan ingatan dan do’a untukmu
Berharap malam dan alam ini menyampaikan salam dan rinduku terdalam padamu
Di atas pusaramu
Atau di sela tulang belulangmu yang makin menghilang
Dan dengan itu semua
Kukatakan betapa ku cinta padamu dengan segenap rinduku yang membuncah....



*Buat mbah sidah yang selalu menjadi penyemangat di saat jenuh
Hingga akhir hayat tak jua ketemuinya di sela kesibukanku
Maka Allah....moga kau kumpulkan aku dengan orang2 yang kucintai

Rabu, 28 Oktober 2009

for beloved grandma...

Ada bulir yang meleleh di mataku ketika aku mengingatmu
Bukan kesedihan sebenarnya
Hanya mengenangmu dalam balutan rinduku yang dalam
Akan Senyum dan kebaikanmu
Akan segala petuah dan kesabaranmu
Akan semua hal yang pernah kau ajarkan padaku

Ada nyeri yang tertahan di dadaku
Saat kembali kubayangkan wajahmu
Begitu lama waktu berselang
Tak ada lagi wajah teduh yang mengiringi kepergianku

Aku merindukanmu dalam satu rangkuman masa
Dalam sedih bahkan senangku
Dalam sepi dan ramainya sekelilingku

Damaikah kau di sana
Semoga Tuhan melapangkan tempatmu di sisiNYA

Ada nafas yang mengalir sesak
Dan selalu ada air mata

Untuk seorang nenek, ibu, sahabat, guru
Atas seluruh pengabdiannya pada keluarga
Dan kepergiannya meninggalkan sekelumit kehilangan mendalam

Dear Nek,
this love was unbreakable

" tuk semua pemilik tulang rusuk..."

Di saat kau kembali dan menyempurnakan rusukmu yang terbelah di bagian bumi sini, ada hal yang harus kau tahu. Sebelum kau mengambilnya menjadi penyempurna ragamu, pengaya batinmu, ada hal yang benar-benar harus kau pahami. Bahwa dia yang kau tunggu adalah seorang bernyawa yang punya banyak cita. Ia yang akan menanti kepulanganmu adalah sesosok yang penuh akan rasa, ada cinta, tawa, dahaga atau sekedar duka.

Maka suatu saat ketika masamu telah tiba dan mengambilnya menjadi jalanmu pulang padaNYA, ingatlah cita dan rasa yang ia punya. Perkataan bersedia bukanlah penghalal segala lakumu kepadanya, apalagi laku yang membuatnya sering menitikkan air mata. Ia bukan pembantu yang layak kau perlakukan sesuai maumu. Perkataan bersedia bukanlah wujud penjara dalam bahasa yang mampu mengurungnya dalam ruang batas yang meruntuhkan kepercayaan diri yang ia punya. Perkataan bersedia bukan pemutus cita-citanya untuk menjadi manusia yang lebih berharga, lebih bermakna.

Ada hati yang harus kau jaga, begitu juga cita yang harus kau lambungkan untuk mengerti bahwa ia akan lebih bermakna dengan merealisasikannya dalam nyata. Ada jiwa yang harus kau bina, karena melakukannya akan membawamu dalam suatu nuansa kasih dan damainya dunia. Ada seorang gadis yang juga harus kau manja, karena suatu saat ia akan merindukan belaian seorang ayah terhadap hatinya yang mungkin sedang gulana.

Bukan, ia bukan minta untuk selalu kau pahami, kau mengerti dan kau junjung tinggi. Namun berilah ia tempat dalam serata kakimu berpijak, bukan yang terkulai dibawahnya. Berilah ia ruang di mana hatimu menetap, di saat ragamu menegak. Karena menempatkannya dalam satu pandangan lurusmu hanya akan membuatnya berharga dan sama denganmu, tanpa leceh, tanpa hina atau tipu daya.

Dan sedikit sanjungan setelah ia bekerja keras dan berusaha menarik hatimu mungkin sepadan dengan kasih yang coba ia limpahkan dan utarakan meski bisu bibirnya mengucapkan kata.

Sabtu, 24 Oktober 2009

kediaman saat fajar menjelang

saat itu waktu menunjukkan jam setengah empat pagi. anak-anak kos masih menggelepar dalam lelapnya, meskipun ada beberapa yang sudah memulai aktivitas paginya. seperti aku yang memulai pagi dengan sahur karena hari senin. sebenarnya nggak ada yang terlalu istimewa dengan sahurnya sendiri, hanya saja tengah aku dan teman kosku menikmati santapan sahur kami di ruang tengah (ruang untuk sholat), tiba-tiba terdengar alunan lagu bunda-nya potret dari kamar sebelah. santapan kami yang sebelumnya diisi dengan perbincangan ringan sesekali menjadi hening, perbincangan usai, mungkin hati kami sedang meraba baian rindu kepada rumah dan sosok bunda yang ada didalamnya. jujur saja, lagu itu selalu saja bisa membangkitkan rasa rinduku akan rumah yang telah sekian waktu tak ada dalam pandangan. yah, jadilah sisa waktu itu untuk menikmati rasa rinduku.

namun tak lama berselang, aku baru menyadari dan melihat sosok di depanku, teman yang dari tadi mengiringi acara sahur pagi. dia teman yang baru saja bergabung dalam kos ini, anaknya riang, selalu berceloteh dan berusaha untuk mengumpulkan kami semua disela waktu luang kami yang memang cukup sedikit (maklum pada sok sibuk semua,_), entah dengan rujak partynya malam2 ga pake acara ingat waktu, atau sekadar bercerita tentang apa yang ia lakukan hati itu. aku tidak berani membayangkan bagaimanakah perasaaannya saat itu. karena ayah dan ibunya telah lebih dahulu meninggalkan bumi ini. ia hanya tinggal dengan saudara dari orang tuanya. dan dipisahkan dengan saudara2 serahimnya karena tiap orang dari anggota kandungnya dibesarkan oleh saudara lainnya. aku meraba hatiku bagaimanakah perasaannya ? . mungkin terlalu mellow tapi yah, dia hanya gadis yang sedang beranjak dewasa dengan segala keinginin tahuan dan sedikit perhatian dari orang tua yang tidak dapat lagi ia terima. ia sendiri saat itu langsung terdiam, terdiam hingga penghujung acara sahur. kemudian bersih-bersih dan masuk ke kamarnya sendiri. entah apa yang ia lakukan...? aku hanya menerka ia sedang menikmati kerinduan pula dengan hatinya, namun tak kunjung ia dapati obat penwarnya selain aduan kepada TUHAN yang menjaga kedua malaikatnya.

episode cerita ini tentu saja tidak terlalu istimewa karena mungkin banyak pula anak yang mengalami cerita serupa, baik kehilangan satu atau dua dari orang tuanya. akibat perceraian, kematian atau hanya sekedar ditinggal akibat keresahan hati dan pergumulan dengan mimpi duniawi.

jika karena alasan yang tidak bisa dijangkau dengan kaki, layaknya kematian yang nggak bisa diprediksi sama sekali, mungkin aku bisa mengerti. tapi untuk kasus perceraian atau sesederhana ditinggalkan karena materi yang dicari, aku selalu menghela nafas dan berdoa dalam hati " TUHAN, selamatkan mereka dan kuatkan mereka". aku marah dan kecewa dengan para orang tua yang dengan egoisnya meninggalkan anaknya, titipan TUHAN, kemudian melenggang pergi dengan berbagai alasan.

mungkin akan ada yang menyangkal " nggak sesimple itu, karena hidup begitu kompleks, banyak hal yang harus dipenuhi, dll ". yeaahhh, what i can say ?? just b******T all of you ..!!!. bagaimanapun anak adalah harta yang kadang tak kau sadari dan acuhkan beitu saja. tidak pernahkah terlintas dalam diri orang tua itu untuk sesekali menengok ke dalam hati2 mereka yang rapuh, terkoyak akibat luka yang tak jarang tediam dan tak berani tersuarakan ke luar, menangis ketika tak lagi menemukan tempat mengutarakan pertanyaannya akan dunia...ALLAH,,jangan jadikan lagi manusia dengan keegosian ini memiliki titipan berhargaMU.....(sigh deeply). dan buat anak-anak di manapun mereka, ketahuilah bahwa kalian adalah berharga dengan segala kapasitas dan kondisi...jangan pernah menyerah dengan tatapan sinis atau kata-kata tak sedap yang sering dilontarkan oleh orang dewasa di sekitar kita. jadilah kebaikan, jadilah diri kalian dengan segala sisi malaikat di kedua rengkuhan sayapmu....karena masih banyak cinta tercipta unutk kalian di dunia..semangat anak-anak dunia!!!!

dan tentang temanku tadi, ia masih menjadi orang yang ceria dan semangat, tak jarang menyemangati yang lainnya. aku salut padanya, dan aku yakin ia selalu menjadi orang besar akibat kebesaran hati yang ditunjukkan orang tua dan kehidupan padanya...